Semua orang yang mempunyai
passion di pendidikan pasti menginginkan beasiswa, apalagi cara mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri 2017. Banyak
beasiswa yang ditawarkan kepada para mahasiswa maupun calon mahasiswa itu
sendiri.
Tetapi walaupun beasiswa
tersebar banyak dan tersedia, membuat persaingan untuk mendapatkannya atau
meraihnya juga semakin sengit dan ketat. Makin kesini makin banyak pelamar yang
berkualitas, dari kemampuan akademis, organisasi, maupun berbahasa asing dan
mempunyai pengalaman di berbagai bidang.
Cara Mendapatkan Beasiswa Kuliah di Luar Negeri 2017 sudah menjadi sejarah
Hingga hari ini, sejarah cara
mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri 2017 di Indonesia sudah
terhitung sangat lama. Dari mas sebelum merdeka sudah banyak para pelajar di
Indonesia dapat berkuliah di luar negeri memakai beasiswa.
Contohnya, wakil presiden
pertama kita, Bung Hatta yang mendapatkan beasiswa ke luar negeri dari yayasan
van deventer yang berasal dari Negara Belanda. Pada saat itu, Belanda bertujuan
untuk membantu para pelajar Indonesia yang mempunyai kemampuan tetapi memiliki
keterbatas untuk melanjutkan sekolah.
Pada era orde lama yaitu di
tahun 60-an, Pemerintah mengirimkan mahasiswa yang berasal dari Indonesia ke
Negara blok Timur seperti Rusia dan Cekoslowakia. Sedangkan pada orde baru,
Pemerintah dari Amerika Serikat memberikan beasiswa kepada para tokoh Indonesia
yaitu JB Soermalin, Emil Salim, Ali Wardhana, dan Dorodjatun KJ. Beasiswa tersebut
berasal dari Ford Foundation.
Perubahan Sistem Cara Mendapatkan Beasiswa Kuliah di Luar Negeri 2017
Perubahan sistem cara mendapatkan beasiswa kuliah di luarnegeri 2017 karena Indonesia berstatus Negara berkembang menuju Negara
maju maka program beasiswa yang ditawarkan juga berubah,yang semula bersifat
beasiswa bantuan, sekarang berubah menjadi kemitraan atau partnership yang
otomatis berubah pula persyaratan dan sistem dan penyeleksian penerima
beasiswa.
Beberapa Negara yang membantu Indonesia
dalam hal beasiswa menurun drastis dan mengurangi dana utuk beasiswa karena
Indonesia sudah tidak dianggap lagi prioritas untuk mendapatkan beasiswa yang
bersifat bantuan,
Contohnya beasiswa StuNed yang
berasal dari Pemerintah Belanda yang berawal dari beasiswa yang bersifat
bantuan, kini bersifat kemiitraan atau partnership yang mengakibatkan profil
dari kandidat pun berbeda.
Kini persaingan pun diutamakan pada faktor prestasi dan keunggulan di setiap pelamar baik dalam skill akademik dan nonakademik. Tidak ada lagi yang memprioritaskan jenis kelamin, geografis maupun faktor lainnya.
Kini persaingan pun diutamakan pada faktor prestasi dan keunggulan di setiap pelamar baik dalam skill akademik dan nonakademik. Tidak ada lagi yang memprioritaskan jenis kelamin, geografis maupun faktor lainnya.
Jadi, sekarang bukan eranya lagi
untuk mengharapkan beasiswa dalam bentuk bantuan yang mendapat pengecualian dan
perlakuan khusus. Dunia yang menjadi semakin sempit dan menjadikan semuanya
terhubung, dan menjadi sangat kompetetif saat bersaing karena menuntut suber
daya manusia yang sangat bersaing.
Sebagai Negara terbesar di
kawasan ASEAN dengan jumlah penduduk terbanyak, Indonesia bisa menjadikannya
sebuah keuntungan karena mempunyai modal human capital dengan jumlah yang
besar. Jangan membuat Indonesia malah manja dengan meminta segala keistimewaan
dan kemudahan.
Maka keunggulan akademik bukanlah hal yang bisa ditawar begitu saja. Jika ingin kuliah di perguruan tinggi terbaik yang harus mempunyai akademik yang sangat tinggi. Namun akademik saja tidak cukup. Karena organisasi dan pengalaman juga menentukan dalam penerimaan beasiswa. Para foundation tidak begitu saja menerima akademik yang tinggi untuk menjadikanmu pantas menerima beasiswa. Kecuali kamu adalah pemenang olimpiade internasional.
Maka keunggulan akademik bukanlah hal yang bisa ditawar begitu saja. Jika ingin kuliah di perguruan tinggi terbaik yang harus mempunyai akademik yang sangat tinggi. Namun akademik saja tidak cukup. Karena organisasi dan pengalaman juga menentukan dalam penerimaan beasiswa. Para foundation tidak begitu saja menerima akademik yang tinggi untuk menjadikanmu pantas menerima beasiswa. Kecuali kamu adalah pemenang olimpiade internasional.
Apakah kamu siap untuk menembus
persyaratan kuliah yang semakin sulit ini?

0 komentar:
Posting Komentar